PERADIN Jawa Barat Peringati HUT ke-62, Teguhkan Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat

Written by

in

PERADIN Jawa Barat Peringati HUT ke-62, Teguhkan Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat

Bandung, 30 Agustus 2026 — Badan Pengurus Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (BPW PERADIN) Jawa Barat memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) dalam suasana sederhana, khidmat, dan penuh rasa kekeluargaan.

Mengusung tema “Dari Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang PERADIN sejak lahir pada 30 Agustus 1964, sekaligus memperteguh komitmen organisasi dalam menjaga kehormatan, independensi, profesionalisme, serta masa depan profesi advokat di Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PERADIN dan Hymne PERADIN. Nuansa kebersamaan terasa kuat sejak awal acara, mempertemukan jajaran pengurus, anggota, serta para advokat dalam semangat memperingati lebih dari enam dekade perjalanan organisasi.

Ketua Umum BPP PERADIN Sampaikan Apresiasi melalui Sambungan Zoom

Rangkaian sambutan diawali oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PERADIN, Assoc. Prof. Dr. Firman Wijaya, S.H., M.H., yang hadir melalui sambungan Zoom.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-62 PERADIN sekaligus rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan rangkaian peringatan hari ulang tahun PERADIN di berbagai wilayah Indonesia.

Ia berharap semangat pengurus dan anggota di berbagai daerah dapat terus menjadi salah satu kekuatan bagi pertumbuhan dan keberlangsungan organisasi. Momentum HUT PERADIN diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan, konsolidasi, serta semangat pengabdian terhadap organisasi dan profesi advokat.

Ketua Umum BPP PERADIN juga menyampaikan harapan agar PERADIN ke depan semakin maju, semakin berkembang, semakin solid, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas profesi advokat dan penegakan hukum di Indonesia.

Organisasi Advokat Bukan Sekadar Tempat Terdaftar

Ketua Pelaksana peringatan HUT ke-62 PERADIN di Jawa Barat, Deny Mucharam, S.H., LL.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum ulang tahun PERADIN selayaknya menjadi pengingat bahwa kebesaran sebuah organisasi advokat tidak hanya ditentukan oleh panjangnya sejarah yang dimiliki, tetapi juga oleh kontribusi nyata serta keterlibatan aktif para anggotanya.

Menurutnya, mencintai dan memiliki kebanggaan terhadap organisasi yang menaungi merupakan bentuk rasa memiliki sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan, marwah, dan keberlangsungan organisasi.

Ia menegaskan bahwa organisasi advokat bagi seorang advokat bukan sekadar tempat di mana seseorang terdaftar sebagai anggota aktif, melainkan merupakan rumah profesi untuk bertumbuh, memperkuat solidaritas, menjaga kehormatan profesi, serta memberikan kontribusi bagi organisasi, masyarakat, dan penegakan hukum.

Semangat mencintai organisasi, menurutnya, harus diwujudkan melalui keterlibatan, kepedulian, dan kesediaan untuk ikut menjaga serta membesarkan organisasi secara bersama-sama.

Ketua BPW Tekankan Kecintaan terhadap Profesi dan Solidaritas Advokat

Ketua BPW PERADIN Jawa Barat, Dr. (C) Jojo Suharjo, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap profesi advokat sekaligus terhadap organisasi yang menjadi rumah bersama para anggotanya.

Ia menyampaikan bahwa menjaga nama baik organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kehormatan profesi. Seorang advokat tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus mampu menjaga etika, saling menghormati, serta menjunjung tinggi solidaritas antar sesama rekan seprofesi.

Solidaritas tersebut, menurutnya, tidak seharusnya dibatasi oleh latar belakang organisasi. Advokat dari organisasi yang berbeda tetap merupakan bagian dari satu komunitas profesi yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga martabat advokat, memperkuat persaudaraan profesi, serta berkontribusi terhadap penegakan hukum dan keadilan.

Ia juga mengajak seluruh anggota PERADIN Jawa Barat untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi, serta menjadikan perbedaan sebagai ruang untuk saling menghargai dan memperkuat hubungan antar sesama advokat.

Sekjen BPP Ajak Advokat Mengenang Jasa Para Pendahulu

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Hendrik E. Purnomo, S.H., M.H., FInstLM., ACIArb., AIIArb., C.Med., selaku Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat PERADIN.

Dalam sambutannya, ia mengajak para advokat masa kini untuk memberikan penghormatan kepada para pendahulu, khususnya mereka yang berperan langsung dalam lahirnya PERADIN melalui Musyawarah Nasional di Kota Solo pada 30 Agustus 1964.

Menurutnya, tanpa keberanian, visi, serta perjuangan para pendahulu tersebut, generasi advokat saat ini tidak akan memiliki warisan organisasi yang telah bertahan selama lebih dari enam dekade.

Karena itu, memperingati ulang tahun PERADIN bukan semata-mata mengenang usia organisasi, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang diwariskan dan meneruskannya melalui integritas, profesionalisme, serta pengabdian kepada profesi dan penegakan hukum.

Di sela-sela sambutannya, Dr. Hendrik E. Purnomo mengajak seluruh hadirin untuk sejenak berdoa bersama sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pendahulu serta tokoh-tokoh PERADIN yang telah berjasa dalam perjalanan dan perkembangan organisasi.

Momentum tersebut menjadi salah satu bagian yang memberikan nuansa reflektif dalam peringatan HUT ke-62 PERADIN, sekaligus mengingatkan generasi saat ini bahwa keberadaan organisasi tidak dapat dilepaskan dari pengorbanan dan perjuangan mereka yang telah mendahului.

Pemotongan Tumpeng Jadi Simbol Penghormatan dan Kesinambungan Organisasi

Salah satu bagian yang menambah kehangatan dalam rangkaian peringatan adalah prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 62 tahun PERADIN.

Pemotongan tumpeng pertama dilakukan oleh Ketua BPW PERADIN Jawa Barat, Dr. (C) Jojo Suharjo, S.H., M.H., yang kemudian menyerahkan potongan pertama kepada Sekretaris Jenderal BPP PERADIN, Dr. Hendrik E. Purnomo, S.H., M.H., FInstLM., ACIArb., AIIArb., C.Med.

Momen tersebut menjadi simbol penghormatan kepada kepengurusan pusat sekaligus menggambarkan kesinambungan, kedekatan, dan sinergi antara Badan Pengurus Pusat dengan jajaran PERADIN di wilayah Jawa Barat dalam menjaga serta mengembangkan organisasi.

Prosesi berikutnya dilakukan oleh Ketua Pelaksana, Deny Mucharam, S.H., LL.M., yang kemudian menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua BPW PERADIN Jawa Barat.

Penyerahan tersebut dimaknai sebagai simbol rasa hormat, kebersamaan, dan dukungan terhadap kepemimpinan organisasi di tingkat wilayah. Momen tersebut sekaligus menggambarkan bahwa perjalanan organisasi tidak dibangun oleh satu unsur semata, melainkan melalui kerja bersama, rasa memiliki, serta tanggung jawab dari seluruh jajaran pengurus dan anggota.

Sederhana, Khidmat, dan Penuh Rasa Kekeluargaan

Meski diselenggarakan secara sederhana, peringatan HUT ke-62 PERADIN di Jawa Barat berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

Suasana kekeluargaan yang terbangun sepanjang kegiatan menjadi warna tersendiri dalam peringatan tersebut. Pertemuan antaranggota dan jajaran pengurus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam organisasi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan PERADIN sekaligus harapan agar organisasi terus berkembang, semakin solid, dan tetap mampu menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Peringatan HUT ke-62 PERADIN pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bahwa warisan perjuangan hanya akan tetap hidup apabila diteruskan melalui kerja nyata, integritas, solidaritas, profesionalisme, serta kecintaan terhadap profesi dan organisasi.

Enam puluh dua tahun perjalanan PERADIN menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar sesuatu untuk dikenang, melainkan fondasi untuk melangkah dan membangun masa depan profesi advokat yang semakin bermartabat.

Dari Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat.

(Sekretariat JABAR/Ki Demang)