Kategori: Berita

  • South Coast Ride 2026, Touring Perdana PERADIN Bikers Club Pererat Persaudaraan Anggota

    South Coast Ride 2026, Touring Perdana PERADIN Bikers Club Pererat Persaudaraan Anggota

    Bandung, Oktober 2026 — PERADIN Bikers Club (PBC) sukses melaksanakan touring perdana bertajuk South Coast Ride 2026 dengan rute Bandung–Pangandaran pada 9–11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang kebersamaan bagi anggota PERADIN Jawa Barat di luar aktivitas profesi dan organisasi sehari-hari.

    Ketua BPW PERADIN Jawa Barat Jojo Suharjo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi sarana menyalurkan kegemaran berkendara, tetapi juga membawa semangat untuk semakin mempererat rasa persaudaraan antaranggota PERADIN.
    “Kegiatan ini bukan hanya untuk menikmati kesenangan berkendara, tetapi menjadi bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan kebersamaan sesama anggota PERADIN. Hal itu terlihat sejak keberangkatan, selama perjalanan, ketika berada di Pangandaran, hingga seluruh peserta kembali pulang,” ujar Jojo Suharjo.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Di tengah perjalanan ratusan kilometer menuju pesisir selatan Jawa Barat, para peserta tetap mengedepankan etika berkendara, menaati aturan lalu lintas, serta mengikuti standar operasional perjalanan konvoi yang telah ditetapkan.

    Sekretaris BPW PERADIN Jawa Barat Muhtar Efendi, yang turut mengikuti perjalanan, menilai South Coast Ride memberikan pengalaman berbeda di tengah rutinitas keseharian.
    “Perjalanannya sangat menyenangkan. Kepenatan dari rutinitas sehari-hari terasa jauh lebih ringan setelah riding bersama. Awalnya perjalanan ratusan kilometer Bandung–Pangandaran memang terasa melelahkan, tetapi semuanya terobati dengan kebersamaan dan pemandangan indah sepanjang jalur selatan,” ungkap Muhtar Efendi.

    Membawa Nama Organisasi di Jalan Raya
    Dalam South Coast Ride 2026, Deny Mucharam, anggota PERADIN Jawa Barat yang telah lama menggeluti aktivitas touring sepeda motor dan dipercaya sebagai Ketua PERADIN Bikers Club Jawa Barat, mendapat tanggung jawab sebagai Road Captain.
    Menurut Deny, memimpin konvoi lebih dari 20 sepeda motor dengan karakter dan kapasitas mesin yang beragam membutuhkan pengaturan yang matang. Terlebih, seluruh rombongan membawa identitas PERADIN Bikers Club selama perjalanan.
    “Memimpin konvoi lebih dari 20 motor dengan berbagai jenis dan kapasitas mesin bukan hal sederhana. Apalagi peserta menggunakan atribut PERADIN Bikers Club. Artinya, tanggung jawab kami bukan hanya menjaga ritme dan formasi perjalanan, tetapi juga menjaga keselamatan, kedisiplinan, etika berkendara, serta nama baik organisasi di ruang publik,” kata Deny Mucharam.
    Ia menambahkan bahwa dalam perjalanan kelompok, kecepatan bukan menjadi ukuran keberhasilan sebuah touring. Kemampuan seluruh peserta untuk menjaga disiplin, saling memperhatikan dan tiba bersama dengan selamat justru menjadi hal yang utama.
    “Bagi kami, perjalanan dinyatakan berhasil ketika seluruh peserta dapat menikmati perjalanan, menjaga kebersamaan, dan akhirnya kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” lanjutnya.
    South Coast Ride 2026 juga menunjukkan bahwa kebersamaan anggota PERADIN dapat dibangun melalui berbagai ruang positif di luar kegiatan profesi. Perjalanan, komunikasi, disiplin dalam kelompok, serta kepedulian antarpeserta menjadi bagian dari nilai persaudaraan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung.
    Melalui PERADIN Bikers Club, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas antaranggota PERADIN, sekaligus menumbuhkan budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.


    © Sekretariat BPW PERADIN Jawa Barat — 2026

  • Silaturahmi dan Konsultasi Program Kerja Strategis PERADIN Jawa Barat Bersama Ketua Dewan Pembina

    Silaturahmi dan Konsultasi Program Kerja Strategis PERADIN Jawa Barat Bersama Ketua Dewan Pembina

    Bandung, 23 September 2026 — Badan Pengurus Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (BPW PERADIN) Jawa Barat melakukan silaturahmi sekaligus konsultasi dengan Ketua Dewan Pembina PERADIN Jawa Barat, Marsekal Muda TNI (Purn) Dr. H. Agus Sudarya, S.H., S.E., M.M., M.H., M.Sc., CIQnR.

    Dalam pertemuan tersebut, BPW PERADIN Jawa Barat diwakili oleh Ketua BPW Jojo Suharjo serta Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kirwan Nurdiansyah.

    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi bagian dari tradisi sowan dan silaturahmi pengurus kepada Dewan Pembina, sekaligus ruang untuk menyampaikan beberapa rencana program kerja strategis BPW PERADIN Jawa Barat yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan organisasi ke depan.

    Meski berlangsung secara informal, pembicaraan berjalan substantif. Beberapa agenda strategis organisasi didiskusikan untuk memperoleh pandangan, arahan, serta masukan dari Ketua Dewan Pembina sebelum memasuki tahap implementasi.

    Dalam pertemuan tersebut , ketua Dewan Pembina Peradin Jawa Barat memberikan sejumlah pandangan dan masukan terhadap beberapa rencana program kerja strategis yang disampaikan. Beliau juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah dan gagasan yang tengah dipersiapkan BPW PERADIN Jawa Barat.

    Masukan dan pandangan Ketua Dewan Pembina selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan strategis bagi BPW PERADIN Jawa Barat dalam mematangkan dan mengimplementasikan program-program kerja strategis, sehingga pelaksanaannya dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota, organisasi, dan masyarakat.

    Pertemuan ini sekaligus mencerminkan pentingnya komunikasi dan kesinambungan antara pengurus dan Dewan Pembina dalam membangun PERADIN Jawa Barat yang profesional, solid, serta memiliki arah pengembangan organisasi yang berkelanjutan.

    “Silaturahmi ini penting bagi kami, terutama untuk mendapatkan pandangan dan masukan dari Dewan Pembina terhadap beberapa program strategis yang sedang kami persiapkan. Banyak hal yang kami peroleh dari pertemuan ini dan tentu menjadi bahan berharga dalam mematangkan langkah organisasi ke depan,” ujar Jojo Suharjo.

    © Sekretariat BPW PERADIN Jawa Barat — 2026

  • Ketua BPW PERADIN Jawa Barat Ingatkan Calon Advokat Persiapkan Diri Menjelang Pengambilan Sumpah

    Ketua BPW PERADIN Jawa Barat Ingatkan Calon Advokat Persiapkan Diri Menjelang Pengambilan Sumpah

    JAWA BARAT — Menjelang persiapan pelaksanaan pengangkatan dan pengambilan sumpah advokat, Ketua BPW Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) Jawa Barat, Dr (c) Jojo Suharjo, S.H., M.H., menyampaikan pesan kepada para calon advokat PERADIN yang telah menyelesaikan Ujian Profesi Advokat (UPA).

    Di sela-sela kesibukannya menjalankan profesi sebagai advokat, ia mengingatkan bahwa masa menjelang pengangkatan dan pengambilan sumpah hendaknya tidak dipandang sekadar sebagai waktu menunggu terpenuhinya tahapan administratif untuk menjadi advokat.

    Menurutnya, masa tersebut justru harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh, baik dalam memperkuat pemahaman hukum, keterampilan praktik, maupun dalam membangun sikap profesional, integritas, serta kesadaran terhadap tanggung jawab etik seorang advokat.

    Pengambilan sumpah nantinya menjadi salah satu tahapan penting bagi calon advokat sebelum menjalankan profesinya. Namun, menyandang status sebagai advokat bukanlah semata-mata tentang memperoleh hak untuk memberikan jasa hukum atau mendampingi klien.

    Di dalamnya terdapat tanggung jawab yang jauh lebih besar: menjaga kehormatan profesi, memegang teguh kode etik, mempertahankan independensi, serta menjalankan profesi dengan keberanian dan tanggung jawab dalam memperjuangkan kepentingan hukum masyarakat.

    Ketua BPW PERADIN Jawa Barat juga mengingatkan para calon advokat agar terus belajar dan tidak cepat merasa cukup dengan pengetahuan yang telah diperoleh selama pendidikan maupun UPA. Dinamika hukum dan persoalan yang dihadapi masyarakat menuntut seorang advokat untuk terus mengembangkan kompetensi sepanjang perjalanan profesinya.

    “Persiapkan diri bukan hanya untuk diambil sumpahnya, tetapi persiapkan diri untuk menjalankan amanah setelah sumpah itu diucapkan.”

    Ia berharap para calon advokat PERADIN Jawa Barat yang kelak telah resmi menjalankan profesinya mampu menjadi advokat yang profesional, berintegritas, independen, serta memiliki keberanian untuk berdiri dalam memperjuangkan hukum dan keadilan.

    Bagi PERADIN, lahirnya advokat baru bukan hanya bertambahnya jumlah anggota profesi, melainkan juga lahirnya tanggung jawab baru untuk turut menjaga kehormatan profesi advokat dan marwah penegakan hukum di Indonesia.

    © Sekretariat PERADIN Jawa Barat

  • PERADIN Jawa Barat Peringati HUT ke-62, Teguhkan Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat

    PERADIN Jawa Barat Peringati HUT ke-62, Teguhkan Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat

    PERADIN Jawa Barat Peringati HUT ke-62, Teguhkan Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat

    Bandung, 30 Agustus 2026 — Badan Pengurus Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (BPW PERADIN) Jawa Barat memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) dalam suasana sederhana, khidmat, dan penuh rasa kekeluargaan.

    Mengusung tema “Dari Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang PERADIN sejak lahir pada 30 Agustus 1964, sekaligus memperteguh komitmen organisasi dalam menjaga kehormatan, independensi, profesionalisme, serta masa depan profesi advokat di Indonesia.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PERADIN dan Hymne PERADIN. Nuansa kebersamaan terasa kuat sejak awal acara, mempertemukan jajaran pengurus, anggota, serta para advokat dalam semangat memperingati lebih dari enam dekade perjalanan organisasi.

    Ketua Umum BPP PERADIN Sampaikan Apresiasi melalui Sambungan Zoom

    Rangkaian sambutan diawali oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PERADIN, Assoc. Prof. Dr. Firman Wijaya, S.H., M.H., yang hadir melalui sambungan Zoom.

    Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-62 PERADIN sekaligus rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan rangkaian peringatan hari ulang tahun PERADIN di berbagai wilayah Indonesia.

    Ia berharap semangat pengurus dan anggota di berbagai daerah dapat terus menjadi salah satu kekuatan bagi pertumbuhan dan keberlangsungan organisasi. Momentum HUT PERADIN diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan, konsolidasi, serta semangat pengabdian terhadap organisasi dan profesi advokat.

    Ketua Umum BPP PERADIN juga menyampaikan harapan agar PERADIN ke depan semakin maju, semakin berkembang, semakin solid, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas profesi advokat dan penegakan hukum di Indonesia.

    Organisasi Advokat Bukan Sekadar Tempat Terdaftar

    Ketua Pelaksana peringatan HUT ke-62 PERADIN di Jawa Barat, Deny Mucharam, S.H., LL.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum ulang tahun PERADIN selayaknya menjadi pengingat bahwa kebesaran sebuah organisasi advokat tidak hanya ditentukan oleh panjangnya sejarah yang dimiliki, tetapi juga oleh kontribusi nyata serta keterlibatan aktif para anggotanya.

    Menurutnya, mencintai dan memiliki kebanggaan terhadap organisasi yang menaungi merupakan bentuk rasa memiliki sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan, marwah, dan keberlangsungan organisasi.

    Ia menegaskan bahwa organisasi advokat bagi seorang advokat bukan sekadar tempat di mana seseorang terdaftar sebagai anggota aktif, melainkan merupakan rumah profesi untuk bertumbuh, memperkuat solidaritas, menjaga kehormatan profesi, serta memberikan kontribusi bagi organisasi, masyarakat, dan penegakan hukum.

    Semangat mencintai organisasi, menurutnya, harus diwujudkan melalui keterlibatan, kepedulian, dan kesediaan untuk ikut menjaga serta membesarkan organisasi secara bersama-sama.

    Ketua BPW Tekankan Kecintaan terhadap Profesi dan Solidaritas Advokat

    Ketua BPW PERADIN Jawa Barat, Dr. (C) Jojo Suharjo, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap profesi advokat sekaligus terhadap organisasi yang menjadi rumah bersama para anggotanya.

    Ia menyampaikan bahwa menjaga nama baik organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kehormatan profesi. Seorang advokat tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus mampu menjaga etika, saling menghormati, serta menjunjung tinggi solidaritas antar sesama rekan seprofesi.

    Solidaritas tersebut, menurutnya, tidak seharusnya dibatasi oleh latar belakang organisasi. Advokat dari organisasi yang berbeda tetap merupakan bagian dari satu komunitas profesi yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga martabat advokat, memperkuat persaudaraan profesi, serta berkontribusi terhadap penegakan hukum dan keadilan.

    Ia juga mengajak seluruh anggota PERADIN Jawa Barat untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi, serta menjadikan perbedaan sebagai ruang untuk saling menghargai dan memperkuat hubungan antar sesama advokat.

    Sekjen BPP Ajak Advokat Mengenang Jasa Para Pendahulu

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Hendrik E. Purnomo, S.H., M.H., FInstLM., ACIArb., AIIArb., C.Med., selaku Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat PERADIN.

    Dalam sambutannya, ia mengajak para advokat masa kini untuk memberikan penghormatan kepada para pendahulu, khususnya mereka yang berperan langsung dalam lahirnya PERADIN melalui Musyawarah Nasional di Kota Solo pada 30 Agustus 1964.

    Menurutnya, tanpa keberanian, visi, serta perjuangan para pendahulu tersebut, generasi advokat saat ini tidak akan memiliki warisan organisasi yang telah bertahan selama lebih dari enam dekade.

    Karena itu, memperingati ulang tahun PERADIN bukan semata-mata mengenang usia organisasi, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang diwariskan dan meneruskannya melalui integritas, profesionalisme, serta pengabdian kepada profesi dan penegakan hukum.

    Di sela-sela sambutannya, Dr. Hendrik E. Purnomo mengajak seluruh hadirin untuk sejenak berdoa bersama sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pendahulu serta tokoh-tokoh PERADIN yang telah berjasa dalam perjalanan dan perkembangan organisasi.

    Momentum tersebut menjadi salah satu bagian yang memberikan nuansa reflektif dalam peringatan HUT ke-62 PERADIN, sekaligus mengingatkan generasi saat ini bahwa keberadaan organisasi tidak dapat dilepaskan dari pengorbanan dan perjuangan mereka yang telah mendahului.

    Pemotongan Tumpeng Jadi Simbol Penghormatan dan Kesinambungan Organisasi

    Salah satu bagian yang menambah kehangatan dalam rangkaian peringatan adalah prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 62 tahun PERADIN.

    Pemotongan tumpeng pertama dilakukan oleh Ketua BPW PERADIN Jawa Barat, Dr. (C) Jojo Suharjo, S.H., M.H., yang kemudian menyerahkan potongan pertama kepada Sekretaris Jenderal BPP PERADIN, Dr. Hendrik E. Purnomo, S.H., M.H., FInstLM., ACIArb., AIIArb., C.Med.

    Momen tersebut menjadi simbol penghormatan kepada kepengurusan pusat sekaligus menggambarkan kesinambungan, kedekatan, dan sinergi antara Badan Pengurus Pusat dengan jajaran PERADIN di wilayah Jawa Barat dalam menjaga serta mengembangkan organisasi.

    Prosesi berikutnya dilakukan oleh Ketua Pelaksana, Deny Mucharam, S.H., LL.M., yang kemudian menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua BPW PERADIN Jawa Barat.

    Penyerahan tersebut dimaknai sebagai simbol rasa hormat, kebersamaan, dan dukungan terhadap kepemimpinan organisasi di tingkat wilayah. Momen tersebut sekaligus menggambarkan bahwa perjalanan organisasi tidak dibangun oleh satu unsur semata, melainkan melalui kerja bersama, rasa memiliki, serta tanggung jawab dari seluruh jajaran pengurus dan anggota.

    Sederhana, Khidmat, dan Penuh Rasa Kekeluargaan

    Meski diselenggarakan secara sederhana, peringatan HUT ke-62 PERADIN di Jawa Barat berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

    Suasana kekeluargaan yang terbangun sepanjang kegiatan menjadi warna tersendiri dalam peringatan tersebut. Pertemuan antaranggota dan jajaran pengurus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam organisasi.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan PERADIN sekaligus harapan agar organisasi terus berkembang, semakin solid, dan tetap mampu menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

    Peringatan HUT ke-62 PERADIN pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bahwa warisan perjuangan hanya akan tetap hidup apabila diteruskan melalui kerja nyata, integritas, solidaritas, profesionalisme, serta kecintaan terhadap profesi dan organisasi.

    Enam puluh dua tahun perjalanan PERADIN menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar sesuatu untuk dikenang, melainkan fondasi untuk melangkah dan membangun masa depan profesi advokat yang semakin bermartabat.

    Dari Warisan Perjuangan Menuju Masa Depan Profesi Advokat.

    (Sekretariat JABAR/Ki Demang)

  • PERADIN Jawa Barat Sukses Gelar UPA Angkatan ke-X di Bandung

    PERADIN Jawa Barat Sukses Gelar UPA Angkatan ke-X di Bandung

    Bandung, 29 Agustus 2026 — Badan Pengurus Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (BPW PERADIN) Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan dan peningkatan kualitas calon advokat melalui pelaksanaan Ujian Profesi Advokat (UPA) Angkatan ke-X yang digelar di Hotel PIA, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh 33 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Pelaksanaan UPA menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan calon advokat setelah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya menuju pengangkatan dan pengucapan sumpah advokat.

    Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPW PERADIN Jawa Barat yang diketuai oleh Kirwan Nurdiansyah, S.H., M.H., sebagai bagian dari program pembinaan profesi dan peningkatan kompetensi calon advokat di lingkungan PERADIN Jawa Barat.

    UPA Angkatan ke-X kali ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal PERADIN, Dr. Hendrik E. Purnomo, S.H., M.H., ACIArb., C.Med. Kehadiran jajaran pengurus pusat tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta yang mengikuti rangkaian ujian sejak pagi hari.

    Dari unsur BPW PERADIN Jawa Barat, kegiatan juga dihadiri oleh Ketua BPW PERADIN Jawa Barat, Dr. (C) Jojo Suharjo, S.H., M.H., Sekretaris BPW PERADIN Jawa Barat, Muhtar Efendi, S.H., M.H., serta jajaran pengurus lainnya.

    Ketua BPW PERADIN Jawa Barat, Jojo Suharjo, menyampaikan bahwa pelaksanaan UPA tidak hanya menjadi tahapan administratif dalam proses menuju profesi advokat, tetapi juga merupakan bagian dari pembentukan kualitas, tanggung jawab, dan profesionalisme calon advokat.

    Ia menegaskan bahwa profesi advokat menuntut kesiapan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga kesiapan moral dan etika dalam menghadapi dinamika penegakan hukum di tengah masyarakat.

    Para peserta juga diingatkan untuk mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan dalam tahapan selanjutnya, termasuk proses menuju pengucapan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi.

    Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PERADIN, Hendrik E. Purnomo, memberikan pesan khusus mengenai nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap advokat dalam menjalankan profesinya.

    Ia menekankan tiga prinsip utama, yakni kejujuran dan integritas, profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta keberpihakan terhadap nilai-nilai keadilan.

    Menurutnya, seorang advokat harus memiliki penguasaan ilmu hukum dan kemampuan memahami fakta secara mendalam, sekaligus tetap menjaga etika, menghormati sesama rekan maupun pihak lawan, serta menjaga martabat profesi dalam setiap penanganan perkara.

    Ia juga mengingatkan bahwa advokat memiliki tanggung jawab sosial dalam memberikan perlindungan hukum, termasuk kepada masyarakat yang berada dalam posisi lemah dan membutuhkan akses terhadap keadilan.

    Pelaksanaan UPA Angkatan ke-X ini menjadi bagian dari program berkelanjutan BPW PERADIN Jawa Barat dalam membangun sumber daya advokat yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki integritas serta kesadaran terhadap tanggung jawab profesi.

    Melalui kegiatan tersebut, BPW PERADIN Jawa Barat berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan setiap tahapan dengan baik dan kelak menjalankan profesi advokat secara independen, profesional, berintegritas, serta senantiasa menjunjung tinggi kehormatan profesi dan nilai-nilai keadilan.

    (Sekretariat JABAR/Ki Demang)